•   Sabtu, 06 Juni 2020
26
Januari
2020

Kelas 6 Melaksanakan Fathul Kutub

Katagori Berita | Post By Admin | 548  di lihat
Print Friendly and PDF

Al-Amanah. Santri dan santriwati kelas 6 Pondok Modern Al-Amanah pada hari ahad (26/01) mulai melaksanakan kegiatan fathul kutub. Kegiatan ini merupakan kesempatan bagi para santri untuk membuka kitab-kitab klasik yang berbahasa Arab untuk di baca, dicermati serta menarik kesimpulan dengan menyesuaikan pada masalah-masalah hukum yang telah ditentukan oleh pembimbing.

Direktur KMI Ust. Arsyid Saleh pada pembukaan Fathul Kutub menyampaikan bahwa secara umum agenda fathul kutub bertujuan untuk melatih santri dan santriwati kelas akhir untuk menggunakan bahasa Arab yang telah dipelajari selama 5 tahun sebagai kunci untuk membuka khazanah ilmu pengetahuan khususnya Ilmu Pengetahuan Agama Islam serta menanamkan pada diri santri cinta membaca dan menggunakan waktu dengan sebaik-baiknya.

Sedangkan tujuan khususnya adalah agar santri dan santriwati kelas akhir mengetahui ilmu pengetahuan yang ditinggalkan oleh para ulama terdahulu sebagai warisan yang tak ternilai untuk generasi sesudahnya serta memberikan pengetahuan kepada segenap siswa kelas akhir bahwa adanya perbedaan yang timbul di masyarakat sehingga bisa menjadi perekat ummat sebagai motto pondok Modern.

"Sudah menjadi sunnah Pondok Modern bahwa santri  di pondok ini mengikuti Fathul Kutub , yang diikuti oleh siswa kelas  enam. Program yang dilaksanakan tiap tahun ini mempunyai tujuan yang amat berarti dalam kehidupan para santri dimana dalam kehidupan akan dituntut mampu memahami berbagai macam persoalan yang berkaitan erat dengan keberadaan kalian sebagai santri Pondok Modern yang diharapkan akan menjadi manusia yang muslim, mu’min dan muttaqin.Tidak bisa dipungkiri lagi bahwa kemajuan ilmu pengetahuan yang berkembang  selalu  memberikan sesuatu yang baru dalam kehidupan. Dan dengan adanya ini dituntut untuk mampu menyeleksi dan memahami apa yang ada dalam kehidupan." ujar Direktur


Waktu pelaksanaan fathul kutub selama 1 minggu dengan membahas 4 masalah yakni masalah Tauhid, Fiqih, Tafsir dan Hadis dengan pembimbingan dewan guru yang ahli pada bidang tersebut. Yang berbeda pelaksanaan tahun ini dari tahun sebelumnya adalah selain membuka kitab klasik, para santri juga diberikan kesempatan untuk membaca buku melalui perpusatakaan Digital yang dilengkapi dengan tulisan-tulisan ulama terdahulu melalui aplikasi "maktab syamilah" yang telah tersedia di setiap komputer di Ruang Laboratorium. Sehingga wawasan santri dan santriwati dalam membuka aplikasi digital dapat lebih meningkat lagi.

Ditulis : Tim Menara